LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI
Disusun Oleh:
1. Adinda N ( 01 )
2. Bhutyarti K.N ( 05 )
3. Pascalia Shendy ( 16 )
4. Roy Yanuandhika ( 20 )
SMA BRUDERAN PURWOKERTO
2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Katalase adalah enzim yang dapat menguraikan hydrogen peroksida yang tidak baik bagi tubuh makhluk hidup menjadi air dan oksigen yang sama sekali tidak berbahaya. Selain itu, enzim ini di dalam tubuh manusia juga menguraikan zat-zat oksidatif lainnya seperti fenol, asam format, maupun alkohol yang juga berbahaya bagi tubuh manusia. Katalase terdapat hampir di semua makhluk hidup. Bagi sel, enzim ini adalah bodyguard yang melindungi bagian dalam sel dari kondisi oksidatif yang bagi kebanyakan organisme ekuivalen dengan kerusakan.
Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. Karena berperan sebagai katalis maka enzim dinamakan juga biokatalisator.
Enzim dapat bertindak sebagai katalis, yakni dapat mempercepat suatu reaksi kimia tanpa merubah reaksi kimia tersebut.
· Komponen Enzim
Secara kimia enzim yang lengkap atau haloenzim tersusun dari dua komponen:
· Komponen protein (apoenzim)
enzim yang tersusun atas protein. Sifatnya labil (mudah berubah), tidak tahan akan panas dan mudah terpengaruh oleh suhu dan tingkat keasaman.
· Bagian nonprotein (gugus prostetik)
Gugus prostetik yang berasal dari molekul nonorganic disebut kofaktor.
Gugus prostetik,yaitu gugus yang berasal dari molekul organic kompleks
Yang disebut dengan koenzim. misal : NADH,FADH,koenzim A dan VitB.
· Cara Kerja Enzim
Seperti yang telah kita ketahui bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya. Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisiaktif. Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.
Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung. Bentuk reaksi kimianya adalah:
2H2O2 –> 2H2O + O2
B. TujuanPengamatan
1. Mengetahui cara kerja enzim
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Ada dua teori yang menjelaskan mengenai cara kerja enzim yaitu:
· Teori kunci dan gembok, teori ini diusulkan oleh Emil Fischer pada 1894. Menurut teori ini, enzim bekerja sangat spesifik. Enzim dan substrat memiliki bentuk geometri komplemen yang sama persis sehingga bisa saling melekat.
· Teori ketepatan induksi, teori ini diusulkan oleh Daniel Koshland pada 1958. Menurut teori ini, enzim tidak merupakan struktur yang spesifik melainkan struktur yang fleksibel. Bentuk sisi aktif enzim hanya menyerupai substrat. Ketika substrat melekat pada sisi aktif enzim, sisi aktif enzim berubah bentuk untuk menyerupai substrat.
Faktor Yang Mempegaruhi Kerja Enzim
· Konsentrasi Enzim, aktivitas enzim dipengaruhi oleh kadar enzim. Aktivitas enzim dan kadar enzim memiliki hubungan perbandingan yang lurus. Hal ini berarti semakin besar kadar enzim, semakin besar aktivitas enzim dan semakin cepat reaksi yang di katalisis enzim. Apabila kadar substrat tetap dan kadar enzim turun, maka kecepatan reaksi yang dikatalisis enzim akan menurun karena enzim yang tersedia tidak cukup banyak untuk bereaksi dengan substrat. Semakin banyak enzim yang berikatan dengan substrat, kecepatan reaksi semakin meningkat dan semakin banyak kompleks enzim-substrat yang terbentuk. Maka produk yang terbentuk pun semakin banyak.
· Konsentrasi Substrat, dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi. Akan tetapi pada batas konsentrasi tertentu tidak terjadi kenaikan kecepatan reaksi walaupun konsentrasi substrat diperbesar. Pada substrat rendah bagian aktif enzim hanya menampung substrat sedikit. Bila kosentrasi substrat di perbesar makin banyak substrat yang dapat berhubungan dengan enzim pada bagian aktif tersebut.
· Suhu Aktivitas, enzim meningkat bersamaan dengan peningkatan suhu, laju berbagai proses metabolisme akan naik sampai batasan suhu maksimal. Kecepatan reaksi mula-mula meningkat dengan menaiknya suhu, hal ini di sebabkan oleh peningkatan energi kinetik pada molekul-molekul yang bereaksi. Akan tetapi pada akhirnya energi kinetik enzim melampaui rintangan energi untuk memutuskan ikatan hidrogen danhidrofobik yang lemah, yang mempertahankan struktur sekunder-tersiernya. Pada suhu ini terjadi denaturasi enzim menunjukkan suhu optimal. Sebagian besar enzim suhu optimalnya berada di atas suhu dimana enzim itu berada. Pada umumnya enzim akan bekerja baik pada suhu optimum, yaitu antara 300 – 400C.
· Pengaruh pH, kondisi pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim melalui pengubahan stuktur atau pengubahan muatan pada residu yang berfungsi dalam pengikatan substrat atau katalis Enzim dapat berbentuk ion positive, ion negative atau ion bermuatan ganda. pH lingkungan akan berpengaruh terhadap efektifitas bagian aktif enzim dalam membentuk komplek enzim substrat. Di samping pengaruh terhadap struktur ion pada enzim pH rendah atau pH tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi, dan ini akan mengakibatkan menurunnya aktifitas enzim. pH optimum adalah pH yang dapat menyebabkan kecepatan reaksi paling tinggi. Contoh: enzim amilase pada berbagai harga pH, dan amilum sebagai substratnya.
· Aktivator dan Inhibitor Aktivator, merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya, misalnya ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor.
BAB III
ALAT, BAHAN, Dan CARA KERJA
A. Alat
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Penjepit tabung reaksi
4. Gelas ukur
5. Pipet
6. Batang pengaduk
7. Pisau
8. Stopwatch
9. Talenan
B. Bahan
1. Hidrogen Peroksida (H2O2)
2. Es batu
3. Air panas
4. HCl
5. NaOH
6. Hati ayam
C. Cara Kerja
1. Memotong hati ayam segar menjadi 8 bagian dengan ukuran 1 cm × 0,5 cm × 0,5 cm.
2. Memasukkan hati ayam yang telah dipotong kedalam 7 tabung reaksi, masing-masing 1 potong, kecuali no 7 diisi 2 potong hati.
3. Kontrol : Menambahkan 2 ml H2O2pada tabung 1, dan mengamati perubahan yang terjadi, menghitung kecepatan reaksinya menggunakan stopwatch.
4. Suhu rendah : Memasukkan tabung 2 ke dalam air es dengan suhu 10o C di rendam selama 1 menit, kemudian menambahkan 2 ml H2O2, mengamati perubahan yang terjadi dan menghitung kecepatan reaksinya.
5. Suhu tinggi : Memasukkan tabung 3 kedalam air panas dengan suhu100o C di rendam selama 1 menit, kemudian menambahkan 2 ml H2O2, mengamati perubahan yang terjadi dan menghitung kecepatan reaksinya.
6. Asam : Memberikan 2 ml HCl pada tabung 4 dan dibiarkan selama 1 menit, selanjutnya menambahkan 2 ml H2O2, mengamati perubahan yang terjadi dan menghitung kecepatan reaksinya.
7. Basa : Memberikan 2 ml NaOH pada tabung 5 dan dibiarkan selama 1 menit, selanjutnya menambahkan 2 ml H2O2, mengamati perubahan yang terjadi dan menghitung kecepatan reaksinya.
8. Substrat sedikit : Memberi 1 ml H2O2 pada tabung 6, mengamati perubahan yang terjadi dan menghitung kecepatan reaksinya.
9. Substrat banyak : Memberi 4 ml H2O2pada tabung 7, mengamati perubahan yang terjadi dan menghitung kecepatan reaksinya.
BAB IV
HASIL Dan PEMBAHASAN
A. HasilPengamatan
|
Percobaan
|
Perubahan yang terjadi
|
Kecepatan reaksi
|
|
1.(Kontrol)
|
Hati terangkat, muncul gelembung di tepi hati, terdapat oksigen di bawah permukaan hati, air keruh
|
1 detik
|
|
2.(Suhu rendah)
|
Dalam waktu yang lama hati terangkat karena terdorong oleh gelembung, terdapat banyak gelembung (oksigen),air sedikit keruh
|
1.89 detik
|
|
3.(Suhu tinggi)
|
Muncul gelembung, hati menjadi rusak, air jernih
|
1 detik
|
|
4.(Asam)
|
Dalam waktu yang lama muncul gelembung, jumlah gelembung sedikit, warna hati menjadi memucat, hati rusak sebagian, hati tenggelam, air jernih
|
8 detik
|
|
5.(Basa)
|
Muncul gelembung lebih banyak dari asam, hati bagian luar rusak setelah di tetesi larutan basa, air bening
|
5.83 detik
|
|
6.(Substrat sedikit)
|
Terdapat banyak gelembung, hati rusak sebagian, air menjadi keruh
|
3.15 detik
|
|
7.(Substrat banyak)
|
Gelembung muncul secara cepat, jumlahnya tidak terlalu banyak, hati rusak sebagian, hati terangkat, air keruh
|
2.16 detik
|
B. Pembahasan
Pada percobaan pertama, kami melakukan percobaan kontrol. Yaitu dengan menambahkan 2ml H2O2. Perubahan yang terjadi adalah hati terangkat, muncul gelembung di tepi hati, terdapat oksigen di bawah permukaan hati, air keruh dalam waktu 1 detik.
Pada percobaan kedua, kami melalukan percobaan suhu rendah. Yaitu dengan memasukkan hati ayam ke dalam air es 100C dalam 1menit lalu diberi H2O2. Perubahan yang terjadi adalah hati terangkat karena terdorong oleh gelembung, terdapat banyak gelembung (oksigen),air sedikit keruh dalam waktu 1.89 detik.
Pada percobaan ketiga,kami melakukan percobaan suhu tinggi. Yaitu dengan memasukkan hati ayam kedalam air panas 80oC lalu diberi H2O2. Perubahan yang terjadi adalah muncul gelembung, hati menjadi rusak, air jernih dalam waktu 1 detik.
Pada percobaan keempat, kami melakukan percobaan asam. Yaitu hati ayam diberi larutan HCl lalu di beri larutan H2O2. Perubahan yang terjadi adalah muncul gelembung, jumlah gelembung sedikit, warna hati menjadi memucat, hati rusak sebagian, hati tenggelam, air jernih dalam waktu 8 detik.
Pada percobaan kelima, kami melakukan percobaan basa. Yaitu hati ayam diberi larutan NaOH 2 ml lalu diberi larutan H2O2 2 ml. Perubahan yang terjadi adalah muncul gelembung lebih banyak dari asam, hati bagian luar rusak setelah di tetesi larutan basa, air bening dalam waktu 5.83 detik.
Pada percobaan keenam, kami melakukan percobaan substrat sedikit. Yaitu dengan menambahkan 1ml H2O2 kedalam hati ayam. Perubahan yang terjadi adalah terdapat banyak gelembung, hati rusak sebagian, air menjadi keruh dalam waktu 3.15 detik.
Pada percobaan terakhir, kami melakukan percobaan substrat banyak. Perubahan yang terjadi adalah Gelembung muncul secara cepat, jumlahnya tidak terlalu banyak, hati rusak sebagian, hati terangkat, air keruh dalam waktu 2,16 detik.
BAB V
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat di peroleh dari hasil dan pembahasan tersebut adalah:
1. Cara kerja enzim yaitu, jika substrat tersedia dan bagian sisi aktif enzim dalam keadaan kosong, sehingga substrat akan memasuki sisi aktif enzim. Bagian sisi aktif akan mengalami perubahan bentuk dengan mengelilingi substrat kemudian membentuk ikatan lemah. Di dalam sisi aktif, substrat akan diubah menjadi bentuk akhir yang di kenal sebagai produk, selanjutnya produk akan di lepas dan ikatan enzim dan enzim itu sendiri akan kembali bebas untuk berikatan dengan substrat yang lain.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim, antara lain :
a. Konsentrasi Enzim
b. Konsentrasi Substrat
c. Suhu Aktivitas
d. Pengaruh pH
e. Aktivator dan Inhibitor Aktivator
DAFTAR PUSTAKA





0 komentar:
Posting Komentar